Wednesday, October 12, 2011

Silent Conversation


PAMERAN TUNGGAL SENI RUPA “Silent Conversation” Karya L. Surajiya

11-18 Oktober 2011, pkl. 10:00 – 20:00 di Karta Pustaka, Jl. Bintaran Tengah 16 Yogyakarta

Pembukaan Pameran: Selasa 11 Oktober 2011, pkl. 19:30 oleh Samuel Indratma

Dimeriahkan dengan pertunjukan kolaborasi pembacaan puisi karya L. Surajiya, tari karya dan oleh Arjuni Prasetyo, Musik oleh grup Sido Muncul (pimp. Ki Sumari), Komunitas Studio Gunung, Laskar Merdesa

Penata Musik: Beda Sudiman

Tanpa dipungut biaya

Hampir di setiap kesempatan dalam hidup kita, kita melakukan percakapan. Dari mulai bangun tidur, melampaui hari hingga menjelang tidur, dengan apa yang kita lihat, dengar dan rasa, selalu ada percakapan diam-diam dalam rasa kita. Ketika makan, kita bersentuhan dengan benda-benda piranti makan, dengan makanan yang kita kunyah dan telan, bahkan ketika makanan itu masih asing bagi kita, selalu ada percakapan diam-diam dalam diri kita. Percakapan ini membuka kesadaran kita akan di mana kita berada, apa yang sedang kita lakukan, pun ketika kita dalam kesunyian dan melakukan percakapan dengan Tuhan Sang Pencipta alam dan kehidupan.

Seorang anak juga melakukan percakapan diam-diam. Ketika ia memegang batu, akan berubah menjadi mobil, sebuah sendok menjadi pesawat terbang. Dalam percakapannya, anak-anak menciptakan dunia imajinasinya. Demikian halnya seorang perupa. Ia juga selalu bercakap-cakap dengan alam idenya, renungan-renungannya, dan membangun imajinasinya yang distimulir oleh kehidupan dan realitas di sekelilingnya, kemudian ia visualisasikan ke dalam karya-karyanya.

Surajiya, seorang perupa, yang membuat karya seni visual dari hasil dialog panjang dengan dirinya sendiri, dengan kehidupan di sekelilingnya. Berawal dari karya-karya yang merefleksikan kisah cinta bersifat eros namun menyiratkan pula philio, stergo dan agape, diwujudkan dalam visualisasi wajah di mana-mana, bahkan berbentuk ganda untuk menyatakan apa yang tersembunyi dalam diri. Ekspresi ini dihadirkan dalam rupa sketsa hitam putih, juga dalam goresan penuh warna sebagaimana hidupnya. Warna biru yang mendominasi karya-karyanya, merujuk pada birunya langit dan birunya laut representasi dari kedalaman dan keluasan. Bulan dan pohon dipilihnya untuk mengisyaratkan kelembutan, kedamaian, kesunyian, dan kehidupan yang bermakna dalam.

Tak cukup dengan warna dan bentuk, Surajiya menggunakan pula kata sebagai media ekspresi rasanya, puisi sebagai ruang percakapannya. Baginya, lukisan dan kata-kata dalam puisinya akan saling mengisi dan melengkapi gelombang-gelombang rasa dan riak-riak percakapan dalam batinnya. Ia telah pula menghasilkan berjudul-judul buku kumpulan puisinya. Produktivitasnya dalam menulis puisi saling berganti dengan melukis. Buku-buku dan karya rupanya dalam pameran ini adalah perwujudan dari 'percakapan diam-diam'-nya yang panjang dengan alam dan kehidupan. (***)


repost from : IVAA-ONLINE

Monday, October 3, 2011

postcard

Today I went to the post office, I intend to find a postcard to sent to Russia. But what I found? nothing! I asked the officer, whether at the central post office I can get a postcard, and the answer is no. Because the post office does not sell postcards! *Whattt??!* There are only about 20 postcards that are not interesting, it was selling an old lady in front of the post office.

My struggle to find the postcard does not stop there, I went to a large bookstore, and the result is: I was disappointed. There are only a few postcards only. paper comes from recycled paper, its a godd idea anyway, but the picture does not tell you something. and if I send to Russia, definitely easy to tear.

I went to another bookstore, which is also quite famous in town. and none here.

I was amazed! did not people do not like the postcards anymore? whether the postcard was lost fame than email and massenger? as someone who enjoys writing letters and postcards exchanged, I was disappointed. because for me, although a letter or postcard is a bit inconvenient but it felt really different when compared to email or chatting.

argh!! do you know where I can get a postcard? please let me know.


P.S I've got the postcard I was looking for, but I still need more
I really really like postcard/postcrossing, please send me a postcard, I would greatly appreciate it. I also will reply postcard from you.
contact me at sista47c@yahoo.com to exchange addresses

#books4MTB

#books4MTB: Ayo Bangun Perpustakaan di Maluku Tenggara Barat!

Perpustakaan di Saumlaki, ibukota kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) adalah ruangan besar berisi rak-rak yang sepi buku. Hanya satu dua baris saja yang terisi. Selain rak, penghuni perpustakaan ini adalah meja-meja yang berderet dengan segelintir kursi yang jumlahnya tak sebanding dengan jumlah meja.

Di Lamdesar Barat -desa di pelosok MTB yang harus ditempuh dengan kapal ferry selama 20 jam dari Saumlaki, dilanjutkan motor laut selama 4 jam- tidak ada perpustakaan. Tidak ada buku bacaan. Tidak ada tawa riang anak-anak ketika menjelajahi halaman per halaman buku.

Membaca buku adalah pengalaman baru bagi mereka.

Tak heran, anak-anak begitu bersemangat datang ke rumah setiap malam demi membaca buku, meskipun listrik mati malam itu. Meskipun penerangnya hanyalah pelita yang nyalanya mulai redup karena minyak tanah habis. Meskipun itu berarti mereka harus terbatuk-batuk setelah menghirup asap hitam hasil pembakaran pelita.

Dalam sekejap, buku baru saya kucel, halamannya terlipat, bahkan ada sobekan disana sini. Tapi saya tersenyum. Anak-anak ini begitu antusias membaca buku. Begitu bersemangat membolak-balik halamannya.Terkagum-kagum melihat gambar beraneka warna.

Orang-orang sering bilang, anak-anak ini malas, tidak mau membaca buku.

Tapi.. Bagaimana bisa membaca ketika buku saja bahkan tidak ada? Ketika koran yang sering digunakan untuk bungkus makanan di Jawa pun tidak menjangkau MTB, kabupaten paling tenggara di Indonesia.

Oleh karenanya, kami Pengajar Muda dari Gerakan Indonesia Mengajar yang ditugaskan di Maluku Tenggara Barat, ingin mengajak anda sekalian untuk menyumbangkan buku, berapapun jumlahnya. Buku bisa berupa buku pelajaran atau buku bacaan anak, seperti majalah anak, buku cerita bergambar, komik, dll. Selain buku untuk anak-anak, bisa juga sumbangkan buku berbagai genre untuk pemuda dan orang tua. Karena di desa Lamdesar Barat, juga desa-desa lain di MTB, bukan hanya anak-anak yang ingin membaca, bukan hanya anak-anak yang ingin belajar.

Karena daerah penempatan saya tidak terjangkau sinyal, silakan hubungi Taofan (0817227100) - Jogja untuk ikut menyumbangkan buku. Atau langsung drop buku di markas CSM Cargo :

Jakarta :

CSM Cargo, (Pak Rahmad, 0218313132) Jl.Manggarai utara 6 no 9 Jakarta Timur

Semarang :

CSM Cargo Semarang, (Bu Nunik, 02470281160) Jl. Satria H 229 Semarang

Surabaya :

CSM Cargo Surabaya, (Pak Agung, 031 77336755) Jl. Johar II no 8 Surabaya

CSM Cargo akan mengirimkan buku-buku tersebut secara GRATIS!

Bisa juga donasi uang lewat :

No. Rekening : 0651 – 01 – 005686 – 50 – 3

Nama Bank : Bank BRI – KCP CIKAJANG

Atas Nama : Yayasan Gerakan Indonesia Mengajar

Tambahkan Rp 1,- untuk setiap donasi yang ditransfer, misal : Rp 100.001,-

Konfirmasi ke Taofan (0817227100) setelah mentransfer dengan format :

BUKU (spasi) jumlah transfer

Uang yang terkumpul akan digunakan untuk membeli buku bacaan anak.

Selain donasi buku lewat program #books4MTB, kami juga mengajak anda -maupun anak-anak anda- untuk mengirim surat ke anak-anak di SD tempat Pengajar Muda ditugaskan melalui program #letters4MTB. Berceritalah tentang segala hal, bagikanlah semangat dan mimpi anda, agar anak-anak bisa melihat dunia lewat kisah yang tertuang dalam selembar kertas, dan mempunyai keberanian untuk bermimpi!

Buku dan surat bisa juga langsung dikirimkan ke :

Matilda Narulita (Indonesia Mengajar)

d.a. Marthen R. Bebena

Jl. Ir. Soekarno (samping Polres)

Saumlaki, Kab. Maluku Tenggara Barat

Propinsi Maluku

Perpustakaan yang akan kita bangun bersama ini bukan sekedar rak-rak berisi tumpukan buku, melainkan tempat anak mengembangkan imajinasi, tempat anak menemukan inspirasi, dan tempat anak membangun mimpi.

Libraries are not made; they grow.

Augustine Birrell

Tunggu apa lagi! mari berbagi :) "sista"

tulisan ini ditulis oleh Matilda - Pengajar muda MTB di dalam situs ini

klik kesini untuk membaca tulisan matilda yang baru


There was an error in this gadget